June 9, 2020

Pria Tampan | Otomotif , Teknologi , Lifestyle | PriaTampan.com

Pria Tampan | Otomotif , Teknologi , Lifestyle | PriaTampan.com

Mengenal Mesin Legendaris dari Toyota Supra 2JZ

4 min read

Siapa yang tidak tahu dengan Toyota Supra MK4, apalagi popularitas mesin 2JZ milik Toyota memang sudah tidak asing lagi. Dalam beberapa balapan, seperti drift, touring dan speed offroad, banyak pembalap yang menggunakan mesin tersebut sebagai mesin andalan untuk mobil mereka. Setidaknya ada dua hal yang menjadi alasan bagi para tuner untuk menggunakan mesin tersebut.

Sejarah awalnya, model mesin 2JZ ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari seri sebelumnya yang memiliki code 1JZ. Untuk mesin 2JZ memiliki tiga varian yakni 2JZ GE, 2JZ-GTE dan 2JZ-FSE. Ketiga varian tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Model paling dasar yakni 2JZ-GE bisa dikatakan mesin standar dimana performance yang dihasilkan tidak begitu besar, berbeda dengan varian 2JZ-GTE yang memang diperuntukan untuk kendaraan dengan kemampuan high performance.

Dari beberapa pengaplikasiannya, kebanyakan mobil drifting menggunakan mesin ini sebagai dapur pacu untuk memberikan performa yang lebih besar. Pengaplikasian tersebut juga dipakai oleh drifter terkenal, Ziko dari Garasi Drift juga menggunakan mesin ini di mobil Nissan 200SX dan Nissan Silvia S15-nya.

Ada dua hal yang menjadi latar belakang mengapa mesin tersebut sangat populer digunakan. Yang pertama adalah dari segi harga yang relatif lebih murah dan komponen racingnya yang masih mudah di dapatkan. Peranan harga di sini juga cukup penting. Pasalnya, dengan biaya yang lebih murah menjadikan pemilik mobil dan tuner lebih berminat pada mesin tersebut.

Sedangkan untuk ketersediaan komponen racing, juga memiliki poin penting. Tidak jarang seorang tuner sering direpotkan karena jika mengadopsi mesin lain komponen racing yang beredar di pasaran sulit ditemukan. Sehingga, dalam pengaplikasiannya baik tuner dan pemilik mobil akan lebih tenang menggunakan mesin 2JZ.

Baca Juga :  Supercar Limited, Kencang, dan Mahal - McLaren Senna

Selain itu, perihal bobot yang dihasilkan pun menjadi alasan bagi tuner untuk mengaplikasikan mesin 2JZ tersebut. Karena dalam dunia balap, tidak mungkin menggunakan komponen yang memiliki bobot berat. Pada dasarnya, untuk balap mobil biasanya dibuat seringan mungkin namun tetap ada batas minimum berat yang ditentukan.

Popularitas mesin 2JZ semakin meningkat jika dibandingkan dengan mesin JDM lainnya seperti RB26DETT (Nissan Skyline R34 GTR), SR20DET (Nissan 200SX), F20 (Honda S2000) dan 4G63T (Mitsubishi EVO). Bahkan untuk cabang balap sprint rally ada beberapa mobil yang menggunakan mesin 2JZ sebagai modal utama tenaga mereka. Mengenai berapa besaran tenaga yang dikeluarkan oleh masing-masing varian, 2JZ-GE memiliki besaran tenaga sebesar 212-227 hp, 2JZ-GTE memiliki tenaga 321 hp sedangkan untuk 2JZ-FSE mampu menyemburkan tenaga sebesar 217 hp.

Mesin 2JZ berkapasitas 2,997 cc (3.0 L; 182.9 cu in) telah diproduksi sejak tahun 1991, dan pertama kali digunakan pada Toyota Aristo tahun 1991. Ukuran Cylinder bore dan stroke-nya adalah 86 mm × 86 mm (3.39 inci × 3.39 inci). VVT-i variable valve timing kemudian ditambahkan pada tahun 1997 untuk mobil model tahun 1998. Walaupun memiliki ukuran bore, pitch bore dan arsitektur umum yang mirip dengan mesin 1JZ, mesin ini bukan hanya versi stroked dari mesin 1JZ. Mesin ini memiliki block deck yang lebih tinggi, serta connecting rods yang lebih panjang.

Mesin 2JZ-GE adalah versi umum dan standar dari mesin 2JZ. Mesin ini dapat mengeluarkan tenaga rata-rata 215–230 PS (158–169 kW; 212–227 bhp) pada 5800 hingga 6000 rpm dan torsi rata-rata 209–220 lb-ft (283–298 Nm) pada 4800 hingga 5800 rpm. Mesin ini menggunakan Sequential Electronic Fuel Injection, memiliki aluminum head dan 4 valve per silinder, juga sebuah cast-iron cylinder block, dengan beberapa versinya yang menggunakan VVT-i. Mesin ini juga diketahui sudah diaplikasikan ke dalam beberapa mobil, di antaranya Toyota Altezza AS300, Lexus IS300, Toyota Aristo, Lexus GS300, Toyota Crown, Toyota Crown Majesta, Toyota Mark II, Toyota Chaser, Toyota Cresta, Toyota Origin, Toyota Progres, Toyota Soarer, Lexus SC300, serta salah satu sportscar andalan Toyota, yaitu Toyota Supra.

Baca Juga :  Hal yang Perlu Kalian Perhatikan Sebelum Membeli BMW E30

2JZ-GTE sendiri adalah mesin inline-layout, enam silinder, yang dilengkapi dengan belt-driven dual overhead camshaft, air-intercooled, twin-turbocharged, cast-iron block, aluminium cylinder headed dan didesain serta diproduksi oleh Toyota Motor Corporation sejak tahun 1991 sampai tahun 2002 di Jepang. Perkembangan dan evolusi dari mesin ini sendiri merupakan respon terhadap mesin RB26DETT dari Nissan yang sudah langsung sukses sejak pertama kali diluncurkan.

 

Awalnya, mesin 2JZ-GTE merupakan mesin yang menjadi jantung pacu bagi mobil Toyota Aristo V (JZS147) pada tahun 1991 sebelum menjadi mesin andalan Toyota untuk model mobil Toyota Supra RZ (JZA80). Basis mekanisnya adalah 2JZ-GE yang sudah ada, tetapi yang membedakannya adalah penggunaan sequential twin turbochargers dan an air-to-air side-mounted intercooler. Engine block, crankshaft, dan connecting rod dari mesin 2JZ-GE dan 2JZ-GTE yang ada pada Toyota Supra memang pada dasarnya sama.

Teknologi VVT-i variable valve timing dari Toyota ditambahkan pada mesin ini pada awal September tahun 1997, kemudian menyalip mesin aslinya. Torsi maksimum dan tenaga keluaran yang ditingkatkan menjadi salah satu nilai jualnya di pasaran. Model 2JZ-GE VVT-i sayangnya memiliki kekurangan pada connecting rods-nya yang lebih lemah.

Baca Juga :  Ford Hadirkan Fitur Hands-Free di Teknologi Co-Pilot360, Tiru Tesla?

Versi export dari mesin 2JZ-GTE menerima keluran tenaga yang lebih tinggi berkat penggunaan turbocharger berbahan stainless steel baru (dan keramik untuk model Jepang), camshafts baru, dan injector yang lebih besar (550 cc/menit untuk versi export, 440 cc/menit untuk versi Jepang). Secara mekanis, kesamaan antara turbin CT20 versi Jepang dan turbin CT12B versi export adalah dengan memungkinkan ditukarnya bagian exhaust-side propeller shaft. Selain itu, turbin CT12B versi export mendapatkan turbin housing yang lebih tahan lama, serta turbin stainless steel. Versi export dari mesin 2JZ-GTE – 594 lbs dengan Getrag V160 diaplikasikan pada beberapa mobil Toyota, antara lain Toyota Aristo 3.0V JZS147 (hanya versi Jepang), Toyota Aristo V300 JZS161 (hanya versi Jepang), serta Toyota Supra RZ dan Turbo JZA80.

Selain mesin 2JZ-GTE, ada pula mesin 2JZ-FSE berkapasitas 3 liter yang menggunakan konsep direct yang sama dengan mesin 1JZ-FSE yang lebih kecil, tetapi menghasilkan rasio kompresi yang lebih tinggi, yaitu 11,3:1. Mesin ini selaras dengan VVT-i 2JZ-GE konvensional yang menghasilkan tenaga sebesar 162 kW (217 hp; 220 PS) dan torsi 294 Nm (217 lb-ft). Mesin 2JZ-FSE selalu dipasangkan dengan transmisi otomatis. Beberapa mobil yang menggunakan mesin ini antara lain Brevis, Progres, Crown, dan Gita.

 

Penasaran seperti apa suara mesin 2JZ? Nih suara mesin 2JZ yang pakai Turbo dan Anti Lag, dijamin bikin merinding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *