June 9, 2014

Pria Tampan | Otomotif , Teknologi , Lifestyle | PriaTampan.com

Pria Tampan | Otomotif , Teknologi , Lifestyle | PriaTampan.com

Kesan Pertama Mencicipi Masakan Korea

2 min read

Waktu itu hari Senin minggu ketiga di bulan Maret, aku dinformasikan untuk meeting bersama.  Dan… taaraa!! Pak bos memesan masakan Korea untuk sarapan kami. Asyiiiik! (^O^)/ (seneng amat, maklum dapet gratisan.. siapa sih yang ga seneng)

Mungkin karena kami meeting agak pagi dan pak bos berpikir kasian kami belum sarapan. hihi
sssssssttt jangan bilang-bilang ya kalau aku udah sarapan. 
Menu yang dipesan ada dua jenis, yang pertama namanya “Bulgogi Import” dan yang kedua namanya “Ojing-oh Bokeum”. Kalau nama menu yang pertama masih masuklah di telingaku karena menu itu sudah sering disebut-sebut di TV. Tapi untuk menu yang kedua, rasanya masih asing di pendengaranku. Yang nyampai di telinga cuma kata belakangnya aja. Buat memastikan nama lengkapnya, aku tanya sama teman kantor. Katanya sih, dua nama menu itu adalah ikonnya masakan Korea asli. Wuiiii… makin ga sabar nih pengen nyobain makan (lupa sama rapatnya..hehehe).
Di sela pertengahan meeting kami, datanglah kedua menu itu (saat inilah saat yang paling ditunggu-tunggu). :p
Ternyata masakan Korea itu ga aneh lho di lidah. Kalau menurutku, masakan Korea enak juga teman-teman. hmmmm sukaaa.. 😀 nom,nom,nom.. (aduuh jadi pengen lagi). 
Bulgogi itu berupa irisan daging sapi, rasanya mirip kayak dimasak yakiniku, manis gurih gitu. Daging sapinya mantap, empuk dan bumbunya meresap sempurna. Menu bulgogi ini bisa dipesan dalam 2 versi lho.. yang pertama, bisa minta dimasak di dapur dan yang kedua, bisa dimasak langsung di meja saji. Seru kan teman-teman. Buat kamu yang baru pertama order bulgogi, jangan takut dan kuatir kalau ingin pesan bulgogi di masak di meja saji, biasanya pramusajinya pasti membantu. 
Kalau Ojing-oh Bokeum isinya ada cumi dan sayurannya. Rasanya cenderung pedas asin gurih. Lezaaat… aku dasarnya suka banget sama seafood dan ditambah rasa pedas makin menambah selera makan. Semoga aja sering-sering meeting yang berbuntut makan-makan lagi ya, jadi bisa cerita ke teman-teman semua ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *